LAPORAN KASUS ALVEOLEKTOMI Seorang pasien perempuan berusia tahun datang ke RSGMP dengan keluhan ingin membuat gigi tiruan penuh pada rahang atas dan bawah . Dari pemeriksaan subjektif didapatkan bahwa pasien tidak memiliki kelainan penyakit sistemik dan alergi obat. Pada hari pertama datang, pasien dirujuk ke bagian prosthodonti untuk mem e riksakan apakah pembuatan gigi tiruan bisa dilakukan atau tidak. Pada pemeriksaan intraoral terlihat adanya penonjolan pada tulang tepatnya di ridge alveolar pada regio gigi 43 . Sewaktu di palpasi didapat adanya rasa sakit, runcing dantajam . Berdasarkan hasil pemeriksaan pasien mempunyai eksostosis pada ridge alveolar pada regio gigi 44 , yang dapat mengganggu pada pembuatan gigi tiruan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seseorang akan menggunakan gigi geligi permanen seumur hidupnya. Namun, gigi dapat hilang karena berbagai faktor penyakit gigi yaitu karies dan penyakit periodontal, atau proses...
Penyakit Mulut Yang bakal Kamu Alami Ketika Telah Dewasa
pada tanggal
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Penyakit Mulut Yang Akan Kamu Alami Ketika Telah Dewasa. Mayoritas orang akan menjaga gigi alami mereka sepanjang hari dengan memanfaatkan fungsi pasta gigi dan obat kumur berfluoride. Namun, ancaman terhadap penyakit mulut tetap berlanjut sepanjang hidup. Risiko penyakit gusi dan gigi dapat meningkat seiring bertambahnya usia, karena masalah produksi air liur, surut gusi, atau bahkan penyakit kronis. Sebagian penyakit ini bersifat sementara, namun sebagian lainnya bisa permanen, dan mungkin saja berbahaya.
Penyakit Mulut Pada Orang Dewasa
Gigi berlubang
Lebih dari 26 persen orang dewasa mengalami kerusakan gigi yang tidak diobati. Penyakit gigi ini bisa dibilang telah merusak area gigi secara permanen dan bahkan mungkin memiliki lubang di dalamnya. Ini terjadi ketika sisa makanan, bakteri, dan kandungan asam melapisi gigi dan membentuk plak. Asam yang menempel akan menggerogoti email gigi, kemudian menyerang dentin dan jaringan ikat di bawahnya. Seiring waktu, kondisi ini akan menyebabkan kerusakan gigi secara permanen.
Penyakit gusi (gingivitis)
Gingivitis merupakan masalah kesehatan mulut yang banyak dialami orang dewasa. Hampir setengah dari orang dewasa berusia 30 tahun atau lebih mengalami penyakit gusi yang berasal dari tumpukan plak pada gigi. Penyakit yang berupa radang gusi ini bisa terjadi ketika Anda menyikat gigi dengan tidak benar. Radang gusi akan membuat gusi bengkak dan bahkan berdarah ketika menyikat gigi. Parahnya, jika tidak segera diobati maka bisa menyebabkan periodontitis.
Periodontitis
Periodontitis umumnya banyak terjadi pada remaja, namun infeksi ini juga bisa menyerang orang dewasa. Pada kondisi ini, radang yang sebelumnya menyerang gusi akan membentuk kantong di antara gusi dan akar gigi (abses gigi). Selanjutnya, infeksi yang menyebar akan menyerang rahang dan tulang sehingga menyebabkan respons radang di seluruh tubuh. Jika dibiarkan tidak terobati maka kondisi ini bisa menyebabkan seseorang kehilangan gigi.
Gigi retak atau pecah
Masalah kesehatan mulut bisa juga berasal dari kebiasaan buruk atau kejadian yang tidak disengaja. Contohnya ketika Anda mengalami gigi retak atau pecah pasca kecelakaan. Selain itu, gigi pecah juga bisa disebabkan karena terlalu sering menggertakkan gigi di malam hari, mengunyah makanan keras, perubahan suhu makanan yang mendadak, dan cedera pada mulut. Selain bentuknya yang tidak indah, gigi yang patah juga bisa menyakitkan dan menjadi faktor kehilangan gigi.
Gigi sensitif
Gigi sensitif biasanya ditandai dengan rasa sakit yang tidak nyaman ketika Anda mengkonsumsi makanan atau minuman dingin dan panas. Namun ada juga yang kambuh karena makanan asam atau terkena tipuan angin. Kondisi ini disebut dengan ‘dentin hipersensitivity’. Kebanyakan orang secara alami mengalami gigi sensitif karena memiliki enamel yang lebih tipis. Namun sebagian lainnya dikarenakan oleh surutnya gusi, penyakit gusi, gigi retak, atau tambalan mahkota gigi yang usang.
Contoh-contoh di atas merupakan masalah umum yang sering kita temui di sekitar. Namun banyak contoh lain yang berkaitan dengan kesehatan mulut yang belum bisa dibahas, seperti kanker mulut atau kondisi mulut yang berkaitan dengan penyakit kronis. Untuk itu mendalami topik dan menjaga kesehatan pada mulut kita menjadi sangat penting. Mengingat mulut merupakan tempat pertama sumber energi kita akan dicerna.
Tips Jaga Kesehatan Gigi Sejak Usia Anak-Anak Perlu Anda Ketahui dengan tujuan mencegah berbagai masalah pada gigi. Kemunculan masalah di bagian gigi disebabkan banyak faktor, salah satunya ada kebiasaan buruk yang masih dilakukan seperti tidak sikat gigi secara rutin. Berbekal beberapa sumber informasi dalam menjaga kesehatan bagian gigi sejak dini harus diterapkan setiap hari. Gigi menjadi bagian penting untuk mengunyah makanan hingga lembut. Jika fungsi gigi mengalami masalah dikhawatirkan akan terjadi beberapa kondisi kurang mengenakkan. Sehingga harus ada beberapa penanganan secara serius. Banyak kalangan menilai ada beberapa cara untuk menjaga kesehatan gigi lebih baik sejak usia anak-anak. Karena pada usia anak-anak inilah ada sejumlah kondisi dan kebiasaan kurang tepat membuat kondisi gigi tidak sehat. Untuk mencegah terjadinya karang gigi at...
LAPORAN KASUS ORAL MEDICINE Nama : No. Rekam Medis : Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Agama : PENDAHULUAN Lidah merupakan salah satu organ di rongga mulut yang paling peka terhadap perubahan yang terjadi di dalam tubuh . Lidah sebagai indera pengecap mempunyai beberapa fungsi yaitu membantu proses pengecapan dan perasa , mengatur letak makanan ketika dikunyah , dan membantu menelan . Banyak k elainan yang dijumpai pada lidah yan...
Jangan cabut gigi ,nanti buta !!! entah dari mana asalnya informasi tersebut , itu adalah kata -kata yang biasa diucapkan di kalangan masyarakat dan menjadi suatu kepercayaaan. hingga saat ini. Jika kamu mengetahui perjalanan dari syaraf mata dan persyarafan mulut, kamu akan langsung dapat menepis ungkapan tersebut. dalam artikel kali ini kita akan membahas fakta dari anggapan mencabut gigi membuat mata buta, namun sebelum itu simak dahulu anatomi persyarafan mulut di artikel ANATOMI DAN PERSYARAFAN GIGI DAN MULUT Sebenarnya antara gigi dan mata tidak ada hubungannya secara langsung antara persyarafannya, Mata dipersarafi oleh saraf optalmikus yang berbeda persyarafannya dengan gigi – gigi rahang atas. sehingga kecil sekali kemungkinan hubungan antara kedua organ tubuh ini. Pencabutan gigi tidak menyebabkan kebutaan, dan karenanya tidak perlu dikhawatirkan. Pencabutan gigi ya...
Beberapa tumor jinak dari jaringan epithel 1. Papiloma Tumor ini adalah tumor yang tumbuh pada jaringan epithel lapisan mukosa rongga mulut.Dapat bertangakai atau tidak,tergantung daripada keratinisasi epithelium pada dasar jaringan ikat.Mulanya kecil dan biasanya pasien baru berobat bila tumor sekurang kurangnya sebesar buah anggur. · Etiologi: iritasi yang kronis daripada gigi/gigi palsu,tumor yang terus menerus. · Perawatan: ekstirpasi dan elektro-kauterisasi daripda basis jaringan ikatnya. · Tekhnik: - Anastesi yaitu infiltrasi pada sekeliling jaringan tumor - Eksisi dilakukan pada sekeliling jaringan tumor.Pengambilanya secukupnya jaringan yang sehat sekeliling tumor dan mengeksisi sampai basisnya (di jaringan ikat). Kemudian basis di elektrocauter gunanya untuk mematikan sel-sel...
2.7 Informed Consent Pada prosedur operasi pasien sebaiknya mengetahui resiko perawatan dan akibat yang lebih buruk dari operasinya, sehingga perlu dibuat suatu informed consent.Pasien juga harus diberitahukan tentang adanya rasa sakit, pembengkakkan, kesulitan membuka mulut dan kemungkinan terjadinyakerusakan nervus lingualis dan nervus alveolaris inferior. (Pedlar, 2001).
2.3 Klasifikasi Pembuangan gigi impaksi dapat sulit maupun mudah. Untuk menentukan derajat kesukaran sebelum operasi seorang ahli bedah mulut seharunya menerangkan kepada pasien metode operasinya. Dengan klasifikasi gigi impaksi seorang ahli bedah mulut dapat memprediksikan pendekatan pembedahan atau perlunya pasien mengetahui problem postoperasi (Pedersen, 1996). Sebagian besar klasifikasi didapatkan dari rontgen photo. Dental photo bisa menerangkan detail secara tepat, tetapi panoramik foto memperlihatkan gambaran yang lebih akurat dari anatomi keseluruhan. Klasifikasi impaksi molar tiga rahang bawah yang umum dipakai ialah klasifikasi menurut Pell dan Gregory, George Winter dan Archer (Pedersen, 1996) Macam-macam klasifikasi impaksi molar tiga rahang bawah Berdasarkan angulasi Klasifikasi ini dilihat dari sumbu panjang gigi molar tiga bawah terhadap sumbu panjang gigi molar dua ba...
2.6 Pemeriksaan Radiografi Pemeriksaan radiografi yang dianjurkan adalah pemeriksaan panoramik foto meskipun dapat juga dilakukan periapikal foto dan atau lateral oblique foto sebagai alternatif. Pemeriksaan radiografi untuk molar tiga rahang bawah sebaiknya dilakukan karena: (Pedlar, 2001) Melihat inklinasi dari molar tiga rahang bawah Kedalaman molar tiga dibawah oklusal plane Ukuran mahkota Morfologi akar Hubungan dengan canalis mandibularis Kondisi mahkota dari molar tiga dan gigi tetangga Jarak antara daerah distal molar dua dan ramus ascenden mandibula Kedalaman tulang antara gigi dan batas bawah mandibula
2.10 Pembuatan Flap pada Tindakan Pembedahan Flap merupakan pembukaan gingiva dan atau mukosa yang dipisahkan dari jaringan di bawahnya untuk meluaskan lapang pandang dan akses menuju tulang dan permukaan akar (Carranza, 2002). Jenis Flap berdasarkan komponen jaringan antara lain ( Barnes, 2002) : a) Flap Berketebalan Penuh (Flap Mukoperiosteal/ Full-Thickness Flap ). Flap ini diindikasi untuk perawatan alveoplasti multiple dan fistula oroantral. Flap mukoperiosteal ini terbentuk atas g ingival, mukosa, submukosa, dan periosteum. Flap ini dibuat dengan cara memisahkan jaringan lunak dari tulang dengan pemotongan tumpul. Tekniknya dengan cara pembuatan insisi serong ke dalam ( internal bevel ), dari dekat tepi gingiva ke arah puncak tulang alveolar, dengan mempertahankan gingiva berkeratin sebanyak mungkin. Mata pisau No.11,12b,15 atau 15c b...
Comments